
Harga emas stabil pada hari Senin karena para pedagang dengan hati-hati menunggu pidato pelantikan Presiden terpilih AS Donald Trump, mengantisipasi wawasan tentang kebijakan pemerintahannya dan sinyal potensial tentang suku bunga di masa mendatang.
Para pedagang bersiap menghadapi volatilitas dengan pemerintahan Trump yang akan datang
Para pedagang emas bersiap menghadapi peningkatan volatilitas saat Trump memulai masa jabatan keduanya, dengan pengumuman kebijakan yang diantisipasinya diharapkan akan memengaruhi dinamika pasar.
Logam mulia, yang secara tradisional dipandang sebagai aset safe haven, telah melihat harga stabil mendekati puncak satu bulan, didukung oleh data inflasi AS yang tenang yang meningkatkan ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut.
Sentimen pasar saat ini dibentuk oleh interaksi antara potensi pergeseran kebijakan AS dan sikap moneter Federal Reserve. Analis menyarankan bahwa awal yang kuat untuk masa jabatan Trump dapat lebih mendukung dolar, sedangkan pendekatan bertahap dapat melemahkannya, sehingga memengaruhi harga emas.
Indeks Dolar AS melemah 0,3% pada hari Senin, memberikan dukungan untuk logam kuning. Dolar yang lebih lemah biasanya mendorong harga emas lebih tinggi karena membuat logam tersebut lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Selain itu, data terbaru yang menunjukkan meredanya tekanan harga telah menyebabkan investor mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, yang secara tradisional mendukung harga emas.
Terlepas dari faktor-faktor ini, kenaikan emas telah diredam oleh perkembangan geopolitik, seperti perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang dapat memengaruhi permintaan safe haven.
Saat pasar menavigasi kompleksitas ini, para pedagang tetap waspada, memantau dengan cermat langkah-langkah Trump untuk menilai dampaknya terhadap lintasan emas.
Logam mulia lainnya sebagian besar melemah. Platinum Futures turun 0,3% menjadi $962,70 per ons, sementara Silver Futures turun 0,3% menjadi $31,062 per ons.
Tembaga melemah karena kekhawatiran tarif perdagangan membebani
Di antara logam industri, harga tembaga melemah karena kombinasi dari tarif AS yang diantisipasi, prospek dolar yang lebih kuat, dan kehati-hatian investor menjelang pelantikan Trump, membebani logam merah tersebut. Sementara peningkatan impor Tiongkok dan penurunan tingkat persediaan telah memberikan sedikit dukungan terhadap harga tembaga, para pedagang tetap waspada.
Selama periode meningkatnya tarif dan ketegangan perdagangan, seperti pada pertengahan 2018 dan pertengahan 2019, harga tembaga turun tajam karena investor mengantisipasi berkurangnya permintaan dari Tiongkok, konsumen tembaga terbesar di dunia.
Harga Tembaga Berjangka acuan di Bursa Logam London turun tipis 0,3% menjadi $9.165,00 per ton, sementara Harga Tembaga Berjangka Februari juga turun tipis 0,3% menjadi $4,3540.(Cay)
Sumber: Investing.com
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...